Sayap Yang Patah Ada yang hilang sejak kepergianmu, satu sayap terasa tak berdaya karena patah. Hidupku terasa dikelilingi tembok tinggi yang tidak ada jalan keluarnya. Setiap hari terasa tak berdaya, seperti bunga yang layu dan berguguran hingga dihempas angin. Hari demi hari kumenunggumu kepulanganmu seperti biasa. Tapi yang ditunggu tak kunjung datang, begitu juga besoknya .. besoknya.. Hingga satu tahun kuberada dalam denial kalau engkau masih ada, hanya sedang bekerja bertugas keluar kota. Kadang-kadang kehidupanku terasa berhenti tak mampu bangkit walau hanya sekedar untuk menyapa pagi yang indah. Disela-sela menunggumu selalu hadir rasa kecemasan dan ketakutan itu, apa aku istri yang kamu ridhoi atau aku istri yang durhaka. Sehingga engkau tak pulang ke rumah lagi, entahlah rasa bersalah itu selalu hadir. Mungkin selama ini waktu luangmu lebih banyak untuk memperhatikan istrimu dikala sakitnya kambuh. Aku merasa sebagai istri yang durhaka dan tak berguna. Delapan belas tahun it...
Healing Mengatasi Tumor Otak dan Efek Post Craniotomy

Komentar
Posting Komentar